CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

".... Perumpaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui...."





Pernahkah kita berpikir tentang potensi zakat?

Pernahkah kita berpikir bahwa hasil pemberdayaan zakat mampu mengatasi problema bangsa ini?

Adalah sebuah tanggung jawab bagi para Amil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keutamaan membayar zakat secara kolektif. Bahwa membayar zakat melalui LAZ (Lembaga Amil Zakat) memiliki efek yang jauh lebih baik daripada membayar zakat secara perorangan. Ini juga harus dibuktikan melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional dan transparan, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap LAZ semakin baik.

Selain itu, pemanfaatan zakat melalui program yang produktif, juga menentukan masyarakat dalam menjatuhkan pilihannya untuk membayar zakat melalui lembaga. Sehingga diperlukan kecerdasan Amil dalam mengelola dana zakat dan menelurkan program pendaya-gunaan zakat itu sendiri.

Bila zakat tidak diberdayakan secara produktif bagi dhuafa maka hanya akan menimbulkan problema baru di masyarakat, "budaya menunggu bantuan tanpa usaha". Jika program-program yang dapat dilaksanakan oleh LAZ menjadikan para mustahik menjadi kreatif tentu saja hal ini sejalan dengan prinsip zakat itu sendiri. Karena pada hakekatnya zakat itu memberdayakan dhuafa.

Marilah kita jadikan zakat, infaq, sedekah sebagai sebuah kenikmatan, bukan hanya sekedar kewajiban belaka. InsyaAllah, kita dapat memahami esensi kehidupan dunia dan akhirat dengan berzakat, dapat belajar menahan hawa nafsu dari yang diharamkan Allah, serta memperbaiki kualitas ibadah menuju kepada berkah Allah SWT.

Salam hangat,

 
Blogging management service by Rico Your Blogmate